Maksimalkan Fungsi Pengawasan, Gabungan Komisi DPRD Sawahlunto Turlap Lintas Sektor ke RSUD hingga Pasar Sapan.
Pemerintahan

Maksimalkan Fungsi Pengawasan, Gabungan Komisi DPRD Sawahlunto Turlap Lintas Sektor ke RSUD hingga Pasar Sapan.

Selasa, 03 November 2026 Admin SETDPRD

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Kota Sawahlunto) melaksanakan agenda Turun Lapangan (Turlap) Gabungan Komisi ke sejumlah fasilitas publik dan proyek infrastruktur strategis daerah. Langkah taktis legislatif ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Elfia Rita Dewi, S.H., didampingi oleh Ketua Komisi I Ronny Eka Putra, S.Si., Anggota Komisi I, Ronald Kardinal, S.H. dan Benny Ricardo Rizal, S.IP, Ketua Komisi II Rio Mardanil, S.H. dan Sekretaris Komisi II, Idrayeni, S.E., Ketua Komisi III Siadi dan Sekretaris Komisi II, A.Sarijanus Kahar serta  Anggota Masril, S.HI.

Rombongan dewan menyambangi empat titik vital lintas sektor, yakni RSUD Sawahlunto, Pasar Sawahlunto dan Pasar Bagonjong, proyek rehabilitasi berat Kantor Balaikota serta Pasar Sapan.

Wakil Ketua DPRD Sawahlunto, Elfia Rita Dewi, menegaskan bahwa turlap ini merupakan langkah nyata pemenuhan fungsi pengawasan lintas Komisi agar serapan APBD berjalan lurus dengan azas kemanfaatan riil di masyarakat. 

"Setiap rupiah uang rakyat dalam APBD harus dikawal akuntabilitasnya. Melalui turlap gabungan ini, kita ingin memastikan pelayanan dasar di RSUD berjalan prima, nadi ekonomi di pasar tradisional tetap berputar nyaman, dan proyek fisik perkantoran selesai tepat waktu," tegas Elfia di sela-sela peninjauan.

Kunjungan pertama diawali di RSUD Sawahlunto. Ketua Komisi I DPRD Sawahlunto, Ronny Eka Putra, memberikan perhatian khusus pada sektor pelayanan publik, kepegawaian, serta administrasi kesehatan di rumah sakit cagar budaya tersebut.

"Kami di Komisi I meminta manajemen RSUD untuk terus berbenah secara administratif dan operasional guna mengantisipasi kendala seperti keterbatasan stok obat tertentu. Mutu pelayanan serta keramahan tenaga medis kepada pasien harus menjadi prioritas utama. Jangan akibat Jasa Pelayanan (JP) sampai ada hak masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan dasar yang terabaikan, serta apa yang menjadi kebutuhan dasar dari rumah sakit kita ini seperti tambah daya itu harus dapat diakomodir", ujar Ronny Eka Putra.

Senada dengan hal itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Sawahlunto dari Fraksi NasDem, Ronald Kardinal, S.H., memberikan penekanan yang sangat krusial terkait posisi strategis rumah sakit milik daerah tersebut. Ia menuntut adanya lompatan besar dalam mutu medis agar masyarakat menaruh kepercayaan penuh. 

"Kita ingin RSUD Sawahlunto ini menjadi pilihan utama bagi warga yang ingin berobat, bukan sekadar menjadi rumah sakit persinggahan untuk meminta surat rujukan ke daerah lain. Hal ini tentu harus ditunjang dengan tenaga medis terutama dokter spesialis dan alat kesehatan yang mumpuni sehingga RSUD mampu menangani berbagai kasus medis secara mandiri dan tuntas di dalam kota", ujar Ronald Kardinal dengan tegas. Perjalanan berlanjut menuju sektor perekonomian di Pasar Sawahlunto dan Pasar Bagonjong guna menginspeksi jalannya revitalisasi tempat usaha perdagangan setempat. Ketua Komisi II, Rio Mardanil, menyoroti pentingnya menjaga perputaran ekonomi kerakyatan di tengah berjalannya proyek fisik pembangunan. 

"Pihak dinas dan mitra rekanan wajib memastikan pengerjaan atap bocor, pembenahan struktur, dan plafon tidak sampai melumpuhkan aktivitas harian para pedagang kecil. Kami di Komisi II mengingatkan agar pengelolaan pasar ini diselesaikan rapi sehingga para pedagang dan pembeli dapat bertransaksi secara aman, higienis, dan nyaman," kata Rio Mardanil.

Melengkapi evaluasi sektor ekonomi, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Sawahlunto, Idrayeni, S.E., memberikan catatan kritis yang tak kalah penting mengenai fasilitas penunjang di area pasar. Ia menyoroti kondisi sarana sanitasi yang sering kali luput dari perhatian utama dalam proyek revitalisasi pasar tradisional.

"Revitalisasi fisik bangunan tidak akan lengkap jika fasilitas sanitasinya diabaikan. Kami menegaskan bahwa ketersediaan WC di pasar tradisional ini harus representatif, bersih, dan layak, baik bagi para pedagang yang beraktivitas seharian penuh maupun bagi pengunjung yang datang. Sanitasi yang baik adalah cerminan dari pasar yang sehat," tutur Idrayeni.

Titik berikutnya yang menjadi sasaran inspeksi adalah proyek rehabilitasi Kantor Balaikota Sawahlunto di Kelurahan Lubang Panjang. Sebagai mitra bidang pembangunan, Ketua Komisi III DPRD Sawahlunto, Siadi, memberikan peringatan keras terkait standar dan target pengerjaan konstruksi fisik gedung pemerintahan senilai miliaran rupiah tersebut.

"Balaikota adalah pusat urat nadi administrasi kota dan cerminan wajah pelayanan publik daerah. Kami di Komisi III mendesak kontraktor pelaksana agar benar-benar disiplin menjaga kualitas material struktur bangunan. Percepatan pekerjaan harus disesuaikan dengan target batas waktu kontrak, namun sama sekali tidak boleh mengorbankan kualitas kelayakan jangka panjang bangunan," pungkas Siadi tegas.

Agenda turlap Gabungan Komisi ini ditutup dengan peninjauan langsung ke Pasar Sapan di Kelurahan Durian II, Kecamatan Barangin. Fokus utama dewan di lokasi ini adalah mengawal efektivitas penataan fasilitas dagang serta memantau langsung proyek pembangunan deretan kios baru yang pengerjaan fisiknya terpantau sudah hampir finish (rampung). 

Anggota Komisi III DPRD Kota Sawahlunto, Masril, S.HI., menggarisbawahi bahwa Pasar Sapan memegang peranan strategis dalam pertumbuhan ekonomi lokal di Kecamatan Barangin. Infrastruktur pasar yang memadai serta ketersediaan tempat representatif bagi pedagang adalah kunci utama daya beli masyarakat tetap terjaga.

"Sebagai titik terakhir turlap hari ini, kami memberikan perhatian serius pada progres pembangunan kios baru di Pasar Sapan yang saat ini pengerjaannya sudah hampir finish. Kami meminta dinas terkait memastikan sisa pekerjaan diselesaikan dengan rapi tanpa mengurangi volume ataupun kualitas bangunan, selain itu dengan jadwal hari pasar yang baru, kehadiran kios-kios baru yang sudah hampir selesai ini harus segera didistribusikan secara transparan dan adil kepada para pedagang. Kita ingin tata kelola fasilitas perdagangan di sini semakin optimal, nyaman, dan benar-benar mampu mendongkrak perputaran ekonomi terpadu warga kita " jelas Masril, S.HI.

Seluruh temuan penting, catatan kritis, serta evaluasi dari lapangan ini nantinya akan segera dibawa ke meja rapat kerja formal di gedung dewan untuk dirumuskan menjadi rekomendasi resmi DPRD yang akan diserahkan langsung kepada Pemerintah Kota Sawahlunto.

Tim Liputan Salingka Dewan mengabarkan.

Berita Populer


Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Bersama Pemerintah Kota Sawahlunto Berpacu Dengan Waktu Untuk Merampungkan Pembahasan Anggaran Perubahan
Pemerintahan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Bersama Pemerintah Kota...
28 Agt 2026 Baca Selengkapnya
5 Fraksi DPRD Sampaikan Pemandangan Umum terhadap Nota Pengantar Wali Kota atas Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026
Pemerintahan
5 Fraksi DPRD Sampaikan Pemandangan Umum terhadap Nota Penga...
26 Agt 2026 Baca Selengkapnya
Menebar Kebaikan Untuk Masa Depan, CSR Pt.Antam Resourcindo  Hijaukan Kawasan Kandih Sawahlunto
Pemerintahan
Menebar Kebaikan Untuk Masa Depan, CSR Pt.Antam Resourcindo...
28 Agt 2026 Baca Selengkapnya
SISSCa 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Budaya, Pimpinan DPRD Sawahlunto Beri Dukungan Penuh
Event
SISSCa 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Budaya, Pi...
05 Sep 2026 Baca Selengkapnya