SAWAHLUNTO — Perhelatan akbar Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2026 yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto. Event yang menampilkan 76 peserta ini dinilai tidak hanya menjadi ajang selebrasi busana tradisional, tetapi juga instrumen strategis penggerak ekonomi kerakyatan.
Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Susi Haryati, Sabtu malam (5/9/2026) menyatakan bahwa kehadiran SISSCa memberikan dampak turunan yang luar biasa bagi para perajin wastra lokal di daerah. Menurutnya, pemanfaatan songket dalam balutan mode kontemporer membuktikan bahwa tradisi lokal mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati diri.
"SISSCa 2026 adalah panggung utama bagi Songket Silungkang untuk naik kelas di kancah nasional hingga global. Kami di DPRD mendukung penuh langkah pemerintah kota dalam menjadikan event ini sebagai motor penggerak UMKM dan ekonomi kreatif lokal," ujar Susi Haryati saat ditemui dalam rangkaian kegiatan perhelatan budaya di Sawahlunto.
Senada dengan hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Sawahlunto, H. Jaswandi, S.E., turut menekankan pentingnya sinergi lintas sektor demi menjaga keberlanjutan warisan budaya ini. Ia berharap agar regenerasi perajin songket terus berjalan seiring dengan perluasan jangkauan pasar produk lokal.
"Dukungan penganggaran dan kebijakan legislatif senantiasa diselaraskan untuk menyukseskan event berkaliber internasional ini. Ini bukan sekadar tontonan karnaval, melainkan investasi jangka panjang pariwisata dan identitas budaya Sawahlunto," tambah Jaswandi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Elfia Rita Dewi, S.H., menyoroti aspek promosi daerah dan keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya. Srikandi Partai Golkar ini menegaskan bahwa kreativitas yang ditampilkan para peserta merupakan representasi wajah Sawahlunto di mata internasional.
"Keikutsertaan para desainer dan anak-anak muda kita dengan membawa identitas lokal merupakan suatu kebanggaan besar. Secara tidak langsung, kreativitas di ajang SISSCa ini mempromosikan karakter dan kekayaan sejarah Sawahlunto kepada masyarakat luas yang datang dari berbagai daerah. Kegiatan modifikasi fesyen berbahan songket ini membuktikan bahwa budaya kita sangat hidup dan dinamis," pungkas Elfia Rita Dewi
Dengan terselenggaranya SISSCa 2026 pada 4–6 September 2026 ini, jajaran Legislatif berharap antusiasme masyarakat dan wisatawan terus meningkat, menjadikan Sawahlunto semakin kukuh sebagai salah satu pusat fesyen berbasis wastra tradisi terkemuka di Indonesia.
Tim Liputan Salingka Dewan Mengabarkan.