Ketua DPRD Kota Sawahlunto Susi Haryati, didampingi Wakil Ketua, H.Jaswandi, S.E. dan Elfia Rita Dewi, S.H. pimpin Rapat Paripurna DPRD Kota Sawahlunto terkait Penyampaian Nota Pengantar Wali Kota atas Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Sawahlunto Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kota Sawahlunto, Selasa (27/10/2027).
Dalam penyampaian nota pengantarnya, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, S.IP menekankan bahwa APBD Tahun Anggaran 2027 memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan anggaran tahun 2027 menjadi batu loncatan awal untuk mengimplementasikan visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah yang baru.
"APBD Tahun Anggaran 2027 ini merupakan instrumen krusial bagi kita untuk mulai merealisasikan program-program strategis yang langsung menyentuh masyarakat. Fokus utama kita adalah penguatan ekonomi kerakyatan, optimalisasi pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, serta memastikan stimulus fiskal berjalan optimal untuk mendukung sektor UMKM, termasuk melalui penguatan unit-unit strategis lainnya, serta pentingnya efisiensi anggaran belanja agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak konkret bagi kesejahteraan warga Sawahlunto. Untuk itu pada kesempatan ini tidak ada salahnya kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Kota Sawahlunto atas kerja keras, sinergi, dan dukungan yang telah terjalin sangat baik selama ini ", ujar Riyanda Putra di hadapan Sidang Paripurna.
Meskipun mengapresiasi penyampaian nota pengantar dari Wali Kota, jajaran Pimpinan Dewan memberikan serangkaian catatan kritis yang tajam terkait postur anggaran belanja, efisiensi program, hingga rasionalitas target pendapatan daerah demi menyelamatkan fiskal kota.
Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Susi Haryati pasca rapat tegaskan bahwa Lembaga Legislatif siap menyikapi dan melakukan pembahasan secara maraton, objektif, dan mendalam melalui Fraksi-fraksi dan Komisi yang ada. DPRD berkomitmen penuh untuk menyelesaikan pembahasan ini tepat waktu demi menjaga stabilitas fiskal daerah. Pihaknya memperingatkan agar program-program pelayanan dasar tidak dikesampingkan oleh kepentingan lain.
"Kami tidak ingin APBD ini hanya menjadi dokumen formalitas. Fokus utama kami adalah memastikan anggaran belanja daerah benar-benar prorakyat, menyentuh sektor kesehatan dan pendidikan dasar secara riil dan sektor lainnya. Ingat, target pengesahan tepat waktu per 1 Januari 2027 adalah komitmen kita bersama agar pelayanan publik tidak lumpuh, namun eksekutif juga harus menyajikan postur anggaran yang bersih dan tidak dipaksakan," tegas Susi Haryati dengan nada lugas.
Ketajaman fungsi anggaran (budgeting) juga disuarakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Sawahlunto, H. Jaswandi, S.E. yang memberikan catatan mengenai pentingnya rasionalitas target pendapatan asli daerah (PAD) agar target-target pembangunan yang dicanangkan eksekutif dapat ditopang oleh pendanaan yang realistis.
"Dalam proses pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah nanti, kami di tingkat pimpinan akan mencermati proyeksi pendapatan. Target belanja yang berpihak pada rakyat hanya akan berjalan maksimal jika estimasi pendapatan daerah kita hitung secara cermat, akuntabel, dan berbasis potensi riil di lapangan," kata Jaswandi.
Dari sisi kepatuhan regulasi dan efisiensi, Wakil Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Elfia Rita Dewi, S.H. ikut memberikan masukan kepada para kepala OPD agar tidak memasukan program-program titipan yang tidak sinkron dengan dokumen perencanaan jangka menengah daerah.
"Seperti yang kita tahu bahwa anggaran di seluruh Kabupaten Kota tidak sedang baik-baik saja. OPD yang ada termasuk DPRD tentu harus menyikapi anggaran yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, artinya kegiatan-kegiatan yang sangat prioritas harus difasilitasi terlebih dahulu. Pembahasan di tingkat komisi akan berjalan ketat. Saya tegaskan, jangan sampai ada program copy-paste dari tahun-tahun sebelumnya atau tumpang tindih anggaran antar-OPD yang tidak bermanfaat dan berdampak positif bagi masyarakat. Setiap rupiah harus efisien dan memiliki value for money," pungkas Elfia Rita Dewi.
Pernyataan dari tiga Pimpinan Parlemen Sawahlunto ini menjadi sinyal kuat bahwa tahapan pembahasan Ranperda APBD 2027 di tingkat komisi dan Badan Anggaran bersama pihak eksekutif mendatang akan berlangsung dinamis dan penuh dinamika.
Agenda berikutnya akan dilanjutkan dengan pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota Pengantar Wali Kota, sebelum memasuki tahapan kerja Komisi bersama mitra kerja dari Pemerintah Kota Sawahlunto.
Hadir dalam Rapat Paripurna ini Wakil Wali Kota, H.Jeffry Hibatullah, Forkopimda, Anggota DPRD, H.Lazwardi, H. Jhoni Warta, S.H., Syafwan Efendi, Rio Mardanil, S.H., Masril, S.HI, Ronald Kardinal, S.H., Ronny Eka Putra, S.Si, A.Sarijanus Kahar, Idrayeni, S.E., Fatrio Naldi, Siadi, Benny Ricardo Rizal, S.IP, Revanda Utami Vininta, S.Ak, Doni Asta dan bertindak sebagai Sekretaris Rapat, Sekretaris DPRD, Dedi Syahendri, S.STP, M.Si serta undangan lainnya.
Tim Liputan Salingka Dewan mengabarkan.