SAWAHLUNTO – Langkah Kota Sawahlunto dalam kancah pelestarian lingkungan nasional semakin nyata. Selasa (12/05/2026), dilakukan proses verifikasi virtual terhadap bakal calon penerima Penghargaan Kalpataru 2026, Riki Ekoni, beserta instansi pengusul, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH) Kota Sawahlunto.
Proses verifikasi yang dilakukan langsung oleh tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ini merupakan tahapan krusial untuk memvalidasi dedikasi dan inovasi yang telah dilakukan di lapangan. Riki Ekoni, yang dikenal melalui program "Transformasi Hijau di Tanah Arang", menjadi representasi semangat pantang menyerah dalam memulihkan ekosistem melalui metode Integrated Farming (pertanian terpadu).
Dedikasi di Atas Lahan Bekas Tambang
Dalam sesi verifikasi tersebut, Riki Ekoni memaparkan bagaimana ia mengubah lahan yang sebelumnya kritis menjadi ekosistem produktif yang berkelanjutan. Fokus utamanya meliputi:
Pemulihan Unsur Hara: Memperbaiki kualitas tanah secara alami agar kembali subur.
Sinergi Ternak dan Tani: Mengelola limbah ternak menjadi pupuk organik untuk meminimalkan jejak karbon.
Ketahanan Iklim: Menciptakan benteng alami melawan perubahan iklim melalui diversifikasi vegetasi lokal.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Kepala DPKP2LH Sawahlunto menyatakan bahwa pengusulan Riki Ekoni bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan bentuk apresiasi terhadap aksi nyata masyarakat yang sejalan dengan visi kota pusaka ini.
"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi para pejuang lingkungan seperti Saudara Riki. Verifikasi hari ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga bumi mendapat perhatian serius di tingkat nasional," ujar Kepala Dinas PKP2LH.
Harapan untuk Sawahlunto dan Indonesia
Penghargaan Kalpataru merupakan apresiasi tertinggi bagi mereka yang berjasa dalam pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Dengan lolosnya Riki Ekoni hingga tahap verifikasi ini, besar harapan agar Sawahlunto dapat membawa pulang penghargaan tersebut sebagai kado bagi kelestarian alam Sumatera Barat.
Tim verifikator Kementerian Lingkungan Hidup akan meninjau kesesuaian antara data administrasi dengan paparan visual yang disampaikan secara daring sebelum nantinya menentukan hasil akhir penilaian. Mari kita berikan dukungan doa terbaik agar perjuangan menjaga "World Heritage City" tetap hijau ini membuahkan hasil yang gemilang.