SAWAHLUNTO – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH) Kota Sawahlunto terus mematangkan langkah dalam pengembangan konservasi lingkungan di kawasan bekas tambang. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja jajaran Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) ke Kota Sawahlunto guna membahas kelanjutan pembangunan Taman Kehati Emil Salim di Kawasan Kandih.
Pertemuan koordinasi ini diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Bapak Rovanly Abdams, M.Si., di dampingi oleh Kepala Dinas PKP2LH, Bapak Maizir,ST dan Kepala Bidang Lingkungan Hidup DPK2LH Sawahlunto Bapak Heantomas S.Si
Akselerasi Pembangunan Berbasis Konservasi
Sekretaris Daerah dalam arahannya menyatakan komitmen total Pemerintah Kota terhadap proyek ini. Ia menekankan bahwa Taman Kehati Emil Salim merupakan proyek prioritas yang akan memperkuat citra Sawahlunto sebagai World Heritage yang tidak hanya kaya akan sejarah budaya, tetapi juga tangguh dalam pemulihan ekologi.
Kepala Dinas PKP2LH, Bapak Maizir,ST, menjelaskan bahwa kehadiran Yayasan KEHATI menjadi momentum penting bagi instansinya untuk menyinkronkan standar teknis pembangunan taman dengan prinsip-prinsip pelestarian keanekaragaman hayati nasional.
"Kami di DPKP2LH memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan di Kandih berjalan sesuai dengan rencana induk (masterplan) yang telah disepakati. Kolaborasi dengan Yayasan KEHATI adalah jaminan bahwa kualitas konservasi yang kita bangun memiliki standar yang tinggi," ungkap Beliau.
Fokus pada Kekayaan Flora dan fauna Lokal
Secara teknis, Bidang Lingkungan Hidup DPKP2LH akan bertindak sebagai pengawas lapangan sekaligus pelaksana koordinasi terkait jenis-jenis vegetasi yang akan dikembangkan. Bapak Heantomas selaku Kepala Bidang LH menegaskan bahwa Kawasan Kandih memiliki potensi besar untuk menjadi bank genetik flora dan fauna lokal.
Adapun Fungsi Taman kehati Emil Salim (Takes) Sebagai pusat edukasi lingkungan, daerah resapan air, daerah konservasi dan objek wisata alam terbatas.
Dan ledepannya Kerja sama berkelanjutan antara masyarakat,pemerintah daerah, yayasan, dan mitra lingkungan lainnya.
Komitmen Berkelanjutan
Pertemuan ini menghasilkan sejumlah poin kesepakatan terkait jadwal implementasi fisik dan pemeliharaan lanjutan di area taman. DPKP2LH berkomitmen untuk memastikan bahwa infrastruktur pendukung tidak mengganggu ekosistem asli yang sedang dibentuk.
Dengan dukungan penuh dari Sekretaris Daerah dan bimbingan teknis dari Yayasan KEHATI, DPKP2LH optimis Taman Kehati Emil Salim akan menjadi ikon baru hijau Sawahlunto yang memberikan manfaat nyata bagi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat lokal.