Pengurus Cabang Olahraga Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Sawahlunto melaksanakan studi tiru ke destinasi wisata olahraga paralayang di kawasan Puncak, Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada 21 hingga 24 April 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menggali pengalaman serta praktik terbaik pengelolaan sport tourism berbasis olahraga dirgantara, khususnya paralayang.
Fokus utama kunjungan adalah memperkuat rencana pengembangan kawasan Puncak Polan sebagai destinasi unggulan sport tourism di Kota Sawahlunto yang dinilai memiliki potensi besar dari sisi bentang alam dan daya tarik wisata.
Rombongan FASI Sawahlunto dipimpin oleh Ketua Pengcab FASI Sawahlunto, Hendri Elvin,SE yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Sawahlunto. Turut hadir Pembina FASI, Jamhur, serta Anggota DPRD Kota Sawahlunto dari Fraksi Golkar, Beni Ricardo Rizal, S.IP.
Kedatangan rombongan disambut oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor. Dalam agenda tersebut, rombongan mendapatkan pemahaman langsung mualai dari pengelolaan arena paralayang, pembinaan atlet, hingga strategi pengembangan wisata olahraga yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
Safely Syarif, Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekraf Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa pengembangan sport tourism memerlukan kolaborasi lintas sektor agar mampu memberikan dampak ekonomi yang luas.
“Pengembangan sport tourism tidak hanya berfokus pada olahraga semata, tetapi juga harus terintegrasi dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci agar destinasi dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi daerah,” ungkapnya.
Ketua Pengcab FASI Sawahlunto, Hendri Elvin, menegaskan bahwa studi tiru ini menjadi bekal penting dalam merancang pengembangan paralayang di Sawahlunto secara lebih terarah dan profesional.
Menurutnya, Puncak Polan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan sekaligus melahirkan atlet berprestasi.
“Studi tiru ini menjadi langkah awal yang penting bagi kami. Kami ingin menjadikan Puncak Polan sebagai ikon sport tourism Kota Sawahlunto yang tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina FASI Sawahlunto, Jamhur, menekankan pentingnya sinergi antara olahraga, pariwisata, dan dukungan pemerintah daerah dalam membangun kawasan wisata olahraga yang berkelanjutan.
Ia juga mengungkapkan bahwa FASI Sawahlunto tengah fokus mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Dari total 12 medali yang diperebutkan pada cabang aerosport, pihaknya menargetkan tiga medali emas.
“Target ini realistis dengan persiapan yang maksimal. Pembelajaran dari daerah yang sudah maju seperti Bogor menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas atlet dan penyelenggaraan,” ujar Jamhur.
Selain sebagai ajang pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kerja sama antardaerah dalam pengembangan olahraga dirgantara.
Dengan adanya transfer pengetahuan dan pengalaman dari Kabupaten Bogor, FASI Sawahlunto optimistis mampu menghadirkan inovasi dalam pengembangan paralayang di Sumatera Barat.
Ke depan, Puncak Polan diharapkan dapat tumbuh sebagai ikon baru sport tourism Kota Sawahlunto sekaligus menjadi pusat lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional.