SAWAHLUNTO, 17 April 2026 Kota Sawahlunto mencatatkan sejarah baru dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi. Hari ini, dilaksanakan soft launching Hotel Saka Ombilin Heritage, yang resmi menjadi hotel bintang 4 pertama di kota warisan dunia ini.
Kehadiran hotel ini merupakan buah kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Sawahlunto dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yang dikawal langsung oleh General Manager PTBA Unit Pertambangan Ombilin, Yulfaizon.
Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi PTBA dan unsur pimpinan daerah, di antaranya:
Arsal Ismail (Direktur Utama PTBA)
Ilham Yacob (Direktur Operasi dan Produksi PTBA), Rovanly Abdams (Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto) dan Unsur Forkopimda Kota Sawahlunto.
Di sela acara, Direktur Operasi dan Produksi PTBA, Ilham Yacob, memberikan pembaruan signifikan terkait rencana pengoperasian kembali tambang batubara di Sawahlunto melalui metode penambangan terbuka (open pit mining). Saat ini, fokus utama perusahaan adalah penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk mendapatkan persetujuan dari Kementerian ESDM.
Dokumen RKAB tersebut memuat empat pilar utama, diantaranya,
Landasan Legal, sebagai dasar hukum operasional pertambangan. alat Kendali mengatur teknis produksi, strategi pemasaran, dan alokasi anggaran, standar Keamanan & Lingkungan menjamin kepatuhan terhadap K3 serta pelestarian lingkungan hidup, dan akuntabilitas sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada Pemerintah. Dari keseluruhan prosedur yang dijakani telah didapati rekomendasi dari Kementerian Kebudayaan pada Desember 2026, dengan rencana pengoperasian awal pada Tahun 2027.
Dampak Ekonomi dan Harapan Pemerintah
Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams, menyambut positif rencana optimalisasi aset tersebut.
Pemerintah Kota berharap langkah ini menjadi stimulus bagi perekonomian lokal dalam menghidupkan kembali roda ekonomi daerah yang sempat melambat sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru secara luas, khususnya bagi masyarakat Sawahlunto. Dan langkah ini dipandang sebagai upaya harmonis untuk mengoptimalkan warisan budaya (UNESCO World Heritage) sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi warga Sawahlunto.(Liputan Kominfo Sawahlunto)