Sawahlunto, Rabu, 28 Januari 2026 — Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah menyampaikan perspektif Pemerintah Kota Sawahlunto terhadap rencana pengembangan pertambangan batubara oleh PT Bukit Asam dalam rapat konsultasi publik yang digelar di Hotel Saka Ombilin.
Dalam forum tersebut, Wawako Jeffry menegaskan bahwa Pemko Sawahlunto menempatkan diri sebagai pihak yang menjaga keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan kepentingan publik, dengan tetap mengedepankan kebutuhan serta keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama, pengembangan aktivitas pertambangan pada prinsipnya berpotensi memberikan dampak positif bagi daerah, antara lain melalui pembukaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, serta kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Namun demikian, Wawako menekankan bahwa manfaat ekonomi tersebut harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap masyarakat, sehingga aspek keselamatan, kenyamanan hidup, dan kebutuhan warga di sekitar wilayah terdampak tidak boleh diabaikan.
Pemerintah Kota Sawahlunto memandang perlu dilakukan peninjauan dan kajian yang komprehensif terhadap potensi dampak pengembangan pertambangan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun keselamatan masyarakat, sebelum rencana tersebut dilaksanakan lebih lanjut.
Rapat konsultasi publik ini turut dihadiri jajaran manajemen PT Bukit Asam, peneliti terkait, unsur Forkopimda, perwakilan perangkat daerah, serta para kepala desa dari wilayah yang berpotensi terdampak, sebagai wujud keterbukaan dan pelibatan berbagai pihak dalam proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab(fajar_kominfoSwl)