SAWAHLUNTO – Pemerintah Kota Sawahlunto bergerak cepat dalam membenahi estetika kota. Langkah ini diawali dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna membahas penataan jaringan kabel di kawasan bersejarah Kota Tua Sawahlunto.
Rapat penting ini berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat M. Yamin, Balaikota Sawahlunto.
Dipimpin Langsung Unsur Pimpinan Daerah
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, dengan didampingi oleh Wakil Wali Kota, Jeffry Hibatullah, serta Sekretaris Daerah, Rovanly Abdams.
Kehadiran lengkap unsur pimpinan daerah ini menegaskan bahwa penataan wajah kota merupakan salah satu prioritas utama pemerintah saat ini. Turut hadir dalam pertemuan tersebut para Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta perwakilan dari berbagai provider usaha yang beroperasi di Kota Sawahlunto.
Fokus utama pembahasan dalam rapat ini tertuju pada evaluasi kondisi kabel yang membentang di area Kota Tua. Isu-isu krusial yang dibahas meliputi, tata letak dan kerapian bentangan kabel di ruang publik dan standarisasi pemasangan tiang dan jaringan.
Kepatuhan penyedia layanan terhadap Prosedur Operasional Standar (SOP) yang berlaku.
Guna menyamakan langkah teknis di lapangan, Pemko Sawahlunto menghadirkan para penyedia jasa utama, di antaranya PLN selaku penyedia kebutuhan listrik masyarakat, serta Telkom, ICON+, dan pelaku usaha TV Kabel sebagai penyedia jasa internet dan telekomunikasi.
"Target penataan ini diarahkan untuk mendukung terwujudnya kawasan kota yang tertata secara visual, sekaligus selaras dengan konsep kota yang aesthetic namun tetap futuristik," ujar Wali Kota dalam arahannya.
Sebagai langkah konkret pascarapat, OPD terkait bersama seluruh provider diinstruksikan untuk segera berkolaborasi melakukan penataan kembali (merapikan) jaringan kabel listrik dan komunikasi yang melintas di wilayah Sawahlunto, khususnya kawasan Kota Tua.
Usai pembahasan formal di dalam ruangan, Wali Kota beserta rombongan langsung bergerak ke lapangan. Peninjauan langsung ini dilakukan di salah satu titik lokasi kritis yang telah teridentifikasi, guna memetakan poin-poin penting yang harus segera dieksekusi dan ditindaklanjuti dalam waktu dekat.(KominfoSwl)