SAWAHLUNTO – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto secara resmi menggelar Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kota Sawahlunto Tahun 2026. Acara yang menjadi wadah pelestarian budaya lokal dan pengembangan karakter anak ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sawahlunto pada Selasa (19/5/2026), bertempat di Gedung Perpustakaan Adinegoro, Kota Sawahlunto.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 19 hingga 22 Mei 2026 ini, diikuti dengan antusias oleh 68 siswa dan siswi perwakilan dari berbagai SD/MI di seluruh penjuru Kota Sawahlunto.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiasi kegiatan ini. Menurutnya, lomba bertutur bukan sekadar kompetisi, melainkan media efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur pada generasi muda.
"Melalui kegiatan ini terdapat banyak pesan moral yang dapat disampaikan dengan cara bertutur yang baik. Terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah melaksanakan kegiatan ini, karena akan menjadi bekal bagi anak-anak kita serta mengasah mental mereka untuk tampil di depan forum," ujar Sekda dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Bunda Literasi Kota Sawahlunto, Ny. Yori Riyanda, juga mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya dapat hadir langsung di tengah-tengah para peserta. Ia menekankan pentingnya mengenalkan kembali cerita rakyat di era modern saat ini.
"Saya merasa bangga dan senang berada di antara anak-anak yang akan ikut berlomba. Kegiatan ini sangat penting untuk mengajak anak-anak mengenal kembali cerita rakyat karena di dalamnya banyak terdapat pesan moral. Bertutur merupakan seni dalam menyampaikan nilai-nilai kehidupan," ungkap Ny. Yori Riyanda hangat.
Penyelenggaraan Lomba Bertutur ini membawa misi besar dalam pendidikan karakter anak. Selain bertujuan utama untuk melestarikan budaya dengan mengajak generasi muda mencintai cerita rakyat daerah, kegiatan ini juga dirancang untuk mengasah mental, keberanian, serta kemampuan berbicara di depan umum sejak usia dini. Nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam setiap cerita diharapkan mampu diserap dan diimplementasikan oleh para peserta dalam kehidupan sehari-hari.(Van_KominfoSwl)