SAWAHLUNTO – Dalam upaya mengoptimalkan tata kelola sampah
berbasis peran serta masyarakat, Tim Pembina Komunikasi, Informasi, dan Edukasi
(KIE) Pengelolaan Sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup melakukan kunjungan
kerja ke Kota Sawahlunto. Kunjungan yang berlangsung mulai 30 Maret hingga 1
April 2026 .ini merupakan bagian dari agenda Pra-Penilaian Adipura sekaligus
pendampingan penyusunan Roadmap KIE Pengelolaan Sampah.
Kedatangan tim ahli dari pusat ini disambut langsung oleh
kepala Dinas PKP2LH Kota Sawahlunto juga didampingi oleh Plt Kepala Bidang
Kebersihan dan Pertamanan. Fokus utama dari rangkaian kegiatan ini adalah
menyinergikan strategi komunikasi publik agar pesan pengelolaan sampah tidak
hanya sampai ke telinga masyarakat, tetapi juga merubah perilaku keseharian
dalam memilah dan mengolah sampah dari sumbernya.
Penyusunan Roadmap KIE: Strategi Jangka Panjang
Kepala DPKP2LH Kota Sawahlunto menyampaikan bahwa keberadaan
Roadmap KIE sangat krusial. Strategi ini akan menjadi panduan bagi pemerintah
daerah dalam memberikan edukasi yang terukur kepada berbagai lapisan
masyarakat, mulai dari tingkat rumah tangga hingga sektor komersial.
"Penyusunan roadmap ini bukan sekadar pemenuhan
administrasi, melainkan langkah strategis agar Sawahlunto memiliki arah yang
jelas dalam mengedukasi warga. Kita ingin budaya bersih menjadi jati diri kota
pusaka ini," ujar beliau.
Evaluasi Pra-Penilaian Adipura
Selain penyusunan dokumen strategis, Tim Kementerian LHK
juga melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah titik pantau. Evaluasi ini
bertujuan untuk:
- Melihat kesiapan sarana dan prasarana pengelolaan
sampah di pasar, perkantoran, dan pemukiman.
- Memberikan masukan teknis terkait standar operasional
di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
- Menilai efektivitas bank sampah dalam mengurangi
timbulan sampah di masyarakat.
Diharapkan dengan adanya pendampingan intensif ini, Kota
Sawahlunto dapat meraih hasil maksimal dalam penilaian Adipura mendatang,
sekaligus mewujudkan target nasional pengurangan sampah secara signifikan
melalui edukasi yang berkelanjutan.