SAWAHLUNTO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sawahlunto sukses menghadirkan inovasi pelayanan publik yang humanis di tengah kemeriahan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2026 yang berlangsung pada 4–6 September 2026. Memanfaatkan momentum tingginya antusiasme ribuan pengunjung di pusat kota, Disdukcapil membuka stan pelayanan on the spot (jemput bola) langsung di area utama kegiatan, Lapangan Ombilin Kota Sawahlunto.
Langkah taktis ini mendapatkan perhatian khusus dari Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, yang meninjau langsung stan pelayanan tersebut. Di sela-sela kepadatan agenda festival, Wali Kota Sawahlunto hadir untuk memastikan masyarakat terlayani dengan baik sekaligus memberikan dukungan moril kepada para petugas yang tetap bersiaga di lapangan. Dalam kunjungannya, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi jajaran Disdukcapil yang dinilai cerdas memanfaatkan event budaya berskala internasional untuk memenuhi hak administrasi warga. "Sebuah festival besar tidak hanya harus menghidupkan sektor ekonomi dan budaya, tetapi juga harus membawa manfaat nyata bagi pelayanan publik. Apa yang dilakukan Disdukcapil hari ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir lebih dekat dan mempermudah urusan masyarakat," ujar Wali Kota Sawahlunto.
Beliau juga menyempatkan diri berdialog dengan warga serta memantau jalannya aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang menjadi salah satu fokus utama pelayanan. Wali Kota menegaskan kembali bahwa percepatan migrasi ke KTP digital sangat penting demi efisiensi birokrasi, dan seluruh layanan yang diberikan di stan ini 100 persen gratis tanpa dipungut biaya.
Pelayanan yang dibuka mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini diserbu oleh ratusan warga yang ingin mengurus dokumen esensial secara cepat, seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), hingga akta-akta pencatatan sipil.
Kemeriahan semakin lengkap karena Disdukcapil Kota Sawahlunto tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam defile karnaval kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Perwakilan Disdukcapil tampil memukau mengenakan busana megah berbahan Songket Silungkang dengan kombinasi warna hitam, merah, dan emas khas Minangkabau yang dimodifikasi secara kreatif dengan simbol-simbol identitas institusi Adminduk.
Sinergi antara pemenuhan hak sipil dan perayaan budaya ini sukses menuai pujian, sekaligus menjadi tolok ukur baru dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang adaptif dan rekreatif di Kota Sawahlunto.