Sawahlunto, Kominfo – Pemerintah Kota Sawahlunto terus berupaya menekan penyebaran virus rabies melalui pelaksanaan vaksinasi gratis bagi Hewan Penular Rabies (HPR). Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD Puskeswan Kota Sawahlunto, drh. Meta Levi Kurnia, dalam Dialog Interaktif di Sawahlunto FM, Kamis (23/7/2026).
Dalam pemaparannya, drh. Meta Levi Kurnia menjelaskan bahwa vaksinasi rabies dilaksanakan secara bertahap di empat kecamatan di Kota Sawahlunto.
"Pelaksanaan vaksinasi rabies telah selesai dilakukan di Kecamatan Silungkang. Hari ini, Kamis (23/7), kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Saringan, Kecamatan Barangin. Selanjutnya, minggu depan vaksinasi akan dilaksanakan di Kecamatan Talawi dan terakhir di Kecamatan Lembah Segar," jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat yang memiliki hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, dan kera, agar memanfaatkan layanan vaksinasi gratis tersebut demi melindungi hewan peliharaan sekaligus mencegah penyebaran rabies di lingkungan masyarakat.
Pada tahun 2026, UPTD Puskeswan Kota Sawahlunto menyediakan sebanyak 1.000 dosis vaksin rabies yang bersumber dari APBD Provinsi. Seluruh dosis tersebut ditargetkan dapat terealisasi hingga akhir tahun 2026.
Meski demikian, drh. Meta Levi Kurnia mengungkapkan masih terdapat kendala di lapangan, terutama dari sebagian pemilik anjing pemburu yang enggan memvaksin hewan peliharaannya. Mereka beranggapan bahwa vaksin rabies akan membuat anjing menjadi kurang agresif saat berburu.
Menurutnya, anggapan tersebut tidak benar. Vaksin rabies tidak memengaruhi naluri maupun kemampuan berburu anjing. Sebaliknya, vaksinasi justru menjaga kesehatan hewan serta mengurangi risiko penularan virus rabies kepada manusia maupun hewan lainnya.
Pemerintah Kota Sawahlunto berharap partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program vaksinasi rabies sehingga target cakupan vaksinasi dapat tercapai dan Kota Sawahlunto tetap terbebas dari penyebaran rabies.