Obat Kaki Gajah Mulai Dibagikan Ke Masyarakat Sawahlunto

SAWAHLUNTO – Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) kembali dicanangkan untuk kelima kalinya oleh Walikota Sawahlunto Ali Yusuf,SPt. Dalam pencanangan yang berlangsung usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017 di Lapangan Ombilin tersebut, Walikota dan Wakil Walikota mengajak masyarakat untuk meminum obat pembunuh larva cacing filaria dengan menjadi orang pertama yang meminum obat tersebut.

Gerakan minum obat filaria ini adalah program Pemko untuk mencegah penularan penyakit Kaki gajah yang bisa menyebabkan cacat seumur hidup bagi penderitanya, serta untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Pencanangan Belkaga yang dilakukan Walikota tersebut kemudian dilanjutkan oleh Dinas Kesehatan Kota dengan melakukan pembagian obat filariasis kepada peserta upacara . Hari ini 2 Oktober 2017 seluruh Puskesmas dan petugas Posyandu bergerak serentak melakukan pembagian obat filaria kepada masyarakat. Kegiatan ini juga akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah dengan sasaran anak sekolah dan guru.

Diungkapkan dr. Al Anshari dari Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto bahwa dalam bulan Oktober ini petugas juga juga akan turun door to door ke rumah-rumah warga untuk melakukan sweeping eliminasi filaria. “Sedapat mungkin kita memastikan masyarakat meminum obat filaria ini diharapan petugas” ujarnya.

Disampaikannya setelah Belkaga ke-5 ini nantinya akan ada pengujian dari Kementrian Kesehatan, untuk memastikan Sawahlunto sudah bebas filariasis atau belum. Petugas Kementrian nanti di sekitar bulan Maret 2018 akan melakukan pengujian sampel darah masyarakat di beberapa titik untuk memastikan, apakah masih ada mikrofilaria dalam darah masyarakat.

Jika tidak ditemukan mikrofilaria pada masa pengujian tersebut, maka Sawahlunto akan dinyatakan sebagai Daerah Bebas Filaria, namun jika masih ditemukan, maka program minum obat filariasis massal harus diulangi 2 tahun berturut-turut.

Terkait perkembangan kasus penyakit Kaki Gajah di Sawahlunto sendiri, sejak ditemukan kasus di tahun 2012 yaitu sebanyak 3 kasus, hingga saat ini tidak terjadi penambahan jumlah kasus. (humas)

Please follow and like us:




ARTIKEL LAIN